0 Comments

5 Cara Mudah Budidaya Udang Galah Untuk Pemula


Budidaya Udang Galah

Udang galah merupakan salah satu jenis udang yang memiliki fisik dan bentuk tubuh lebih besar dari pada jenis udang lainnya. Jenis udang ini biasanya sering di temukan pada perairan air tawar yang dangkal, ciri khas udang galah memiliki kepala berbentuk kecucut, bentuk tubuhnya sendiri memanjang dan melengkung ke atas.

Budidaya udang galah memiliki potensi yang sangat besar, karena bisa menghasilkan keuntungan yang besar dan berlipat ganda. Ini semua sudah terbukti bahwa ada banyak sekali orang yang sukses membudidayakan udang galah di rumahnya masing-masing.

Bukan hanya masyarakat indonesia saja yang mengonsumsi udang galah, tetapi sebagian dari hasil budidaya di tanah air telah di ekspor ke luar negeri, sehingga mendapat harga jual yang tinggi. Misalnya negara jepang dan eropa yang sangat membutuhkan udang galah dengan jumlah banyak, karena udang salah satu menu makanan utama di setiap restoran di luar negeri.

Maka dari itu budidaya udang galah memiliki pontensi yang sangat besar dalam negeri maupun luar negeri. Untuk membudidayakan udang galah bisa anda budidayakan di kolam beton maupun kolam terpal dan juga bisa di tambak darat.

Saat ini budidaya udang galah sudah meluas di berbagai daerah yang berada indonesia, seperti jawa barat, jawa timur, jawa tengah, dan bali. Baiklah sekarang mari kita bahas bagaimana cara budidaya udang galah yang bisa menghasilkan uang banyak?

1. Lokasi Budidaya

Syarat utama budidaya udang galah tambak darat yaitu jenis tanah liat berpasir, kawasan bebas dari banjir dan pencemaran udara, kolam di buat dengan ketinggian 0-700 meter di atas permukaan laut, air selalu ada sepanjang tahun, sirkulasi air harus bagus, bebas polusi udara seperti asap pabrik, debit air yang di anjurkan 0,5-1 liter/detik, dan luas kolam 300-1000 meter persegi.

2. Alat dan Bahan

Untuk alat dan bahan sama seperti budidaya jenis ikan lainnya yaitu serok, ember, seser, timbangan, cangkul, ayakan halus dari kain, dan alat pengankut benih.

3. Pengelolaan Air

Sirkulasi air adalah hal yang paling penting dalam melakukan tahap pembesaran udang galah, jadi usahakan agar air kolam bisa terus mengalir. Jika air tidak di alirkan, maka kualitas air akan memburuk setelah satu bulan pemeliharaan dan harus menganti air kolam sebanyak 30-50% dengan air yang baru.

4. Pencegahan Hama dan Penyakit

Hama yang sering berada dalam kolam pembesaran udang galah adalah jenis ikan predator liar,seperti ikan lele dan gabus rawa yang masuk tanpa sengaja melalui pembuangan air kolam. Maka untuk mencegahnya buatlah saringan pada pintu masuk dan keluarnya air menggunakan jaring dengan ukuran 0,2 mm.

Untuk proses pembesaran juga di perlukan pemeriksaan kesehatan dengan cara-cara berikut ini.

Ambilah udang galah secara acak untuk di uji kesehatannya, baik itu menggunakan pengamatan visual maupun mikroskopik

Pengamatan visual bertujuan untuk memeriksa gejala penyakit dan kesempurnaan morfologi udang galah. sedangkan pengamatan mikroskopik ini di lakukan pada laboratorium untuk memeriksa adanya parasit, virus, jamur, dan bakteri.

Penyakit udang galah biasanya berlumut, karena kedalaman air kolam kurang memadai dan sirkulasi air kurang baik. untuk mengatasi masalah sirkulasi air, bisa memasang kincir angin di tengah kolam.

5. Panen Udang Galah

Masa panen adalah hal yang di tunggu-tunggu oleh pembudidaya udang galah, biasanya udang galah dapat di panen setelah 4 hingga 6 bulan dari tahap pembesaran, atau bisa di sesuaikan dengan ukuran udang yang di butuhkan para konsumsi.

Pada umumnya berat udang galah yang di siap panen sekitar 20-25 gram/ekor, tapi terkadang ada sebagian pembudidaya udang galah mengggu sampai besar lagi, karena semakin besar udang galah, harganya juga semakin mahal.